Tampilkan postingan dengan label Puisi Unik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi Unik. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 Maret 2012

Sebuah Corat-Coret tentang Perasaan


Menunggu kesendirian yang memuakkan,
menjalani hidangan pagi dengan penuh mual.
Setiap hari terkadang candu tiada henti memerangi ketergalauan hati ini..

Perjalanan itu sudah tiada lagi.
Apel ku telah membusuk membagi kepedihan yang aku terima sendiri.
Pagi jenuh meronta untuk segera tinggalkan waktu segenap pemikiran yang terjadi.
Disanna terdapat kemauan hati untuk menyampaikan tentang  apa yang aku rasakan.
Biarpun candu itu masih belum terdefinisi olehku.,
Dan terjalani lebih dari untuk memandang muka sayup dibalik segala kemungkinan. Yaitu dengan mendefinisikan bahwa aku sedang galau.

Hanya AKU dan KAMU



Aku dan Kamu bagai karang pantai mencintai laut lepas
Dari jauh Aku mencintaimu dengan seluruh kekuranganku
Menatap gelombang ombak rambutmu atau menikmati kilau cahaya dirimu pada senja yang menenggelamkan matahari di matamu

Aku dan Kamu bagai karang pantai mencintai laut lepas
Ribuan mil dari hatimu, setiap detik aku berusaha melacak cintamu pada setiap buih ombak yang menghantam diriku
Bila ku katakan padamu telah ku titipkan semua salamku pada nadi-nadi sungai yang merambat bermuara menuju kedalaman hatimu

Sabtu, 24 Maret 2012

Arti sebuah Keindahan Bunga dalam Kehidupan


Bunga itu mekar di panasnya dunia, namun tetap menampakkan keindahannya... Bunga itu tek lelah memberikan keindahan meski tak pernah ada yang sudi melihatnya, begitu banyak kendaraan lalu lalang melewatinya begitu saja, dia begitu tegar dan kuat, dia tidak terbawa oleh angin yang menghembuskannya dengan kuat... tidak mudah dikotori oleh debu dan polusi kota yang jahat, hingga suatu suatu hari ku petik dan letakkan di depan jendela membiarkannya disinari mentari pagi yang indah.
Aku hanya ingin bercerita pada bunga yang setegar itu, yang saat ini sedang ditemani cahaya mentari yang hangat... aku ingin berbagi kisah manis padanya, tidak hanya itu saja... kisah cintaku, kisah pahitku, semuanya... aku ingin luapkan semua, q ingin curahkan segalanya wahai bunga yang tegar dan indah...
Hari ini aku ingin bercerita semua tentang dirinya... yang merubah segala jalan pikiranku, yang membuatku tambah manja, dan dapat membuatku terdiam, tertawa, merasakan hal - hal yang aneh. kau tahu ini baru pertama kali aku rasakan, ini baru pertama kali aku lakukan, kau tahu? aku sayang padanya, aku tidak ingin kehilangannya, dia yang memberikanku semangat disetiap harinya, dia yang membuatku berpacu untuk menjadi yang terbaik, dia yang membuatku mengerti akan harusnya bersemangat, dia yang membuatku mengerti segalanya saat ini, mengajariku bagaimana tidak seharusnya menyakiti hati ornag lain, dan mengajariku bagaimana bertindak bijak.
 
Hai... bunga tegar nan cantik, aku ingin menceritakan seorang teman dekatku, dia orang unik yang pernah aku kenal, dia orang yang mengajariku tentang caranya bersenang - senang... hai bunga, kini dia berubah, ya kau pasti tahu perubahan itu sangatlah perlu, perubahan itu alami... aku harap perubahannya itu menuju hal yang memang benar dan bermanfaat bagi dirinya dan semua orang, demi bunga - bunga yang tegar seprtimu yang saat ini disinari mentari yang hangat di depan jendela kamarku... aku ingin dia bersamaku lagi merasakan hal yang menyenangkan lagi, membantuku ketika ku memang benar - benar tidak bisa, dan mau mendengarkan segala curahan kisah dengannya, bukan menjadikan segalanya teman pelangi... yang dengan cepat pergi.... dan indah dipandang hanya ketika hujan turun.... oh tidak bunga aku tidak ingin itu... aku ingin semuanya ada dan tidak membeda - bedakan, ya aku tahu aku pernah membenci seseorang, bukan keinginanku memang tapi memnag keadaan yang memaksaku seperti itu, aku benar - benar membenci hal itu, aku benar - benar benci diriku, aku sedih melihat sikapku... munafik? iya itulah aku, maaf... aku ingin merubah sikapku aku ingin menjadi pribadi yang baik, aku ingin setegar dirimu, meski kau disakiti kau tetap tegar dan tetap memberikan keindahan bagi semuanya...

Angin Temaniku Jalani Hari Ini Bersama


Angin hari ini yang menemaniku menjalani hari dan waktu untuk saat ini, membelai dedaunan di pohon, menghempaskan bunga - bunga kapas.. memberantakkan rambut - rambutku, menemani sang awan pergi, membisikan kata" indah padaku "ceritakan kisahmu hari ini padaku", layaknya burung yang terbang... layaknya layar perahu yang dibawa angin pergi ke lautan bebas,, aku akan bercerita sejenak wahai angin lembut....

kau tau, hari ini hari yang sangat menyenenagkan bagiku, entah kesenangan itu kurasakan dengan cepat... kau tau... ini berbeda... aku harap kau tau apa yang aku maksud... aku ingin kau tau apa yang aku rasakan saat ini... sungguh senang rupanya dipagi hari yang cerah itu, di siang dengan panas yang terik, namun kiranya aku rasa suram di malam hari, entahlah... kegelisahan kembali menghantuiku lagi pada malam hari ini, benar - benar tak ada yang menemaniku satu orangppun... ya aku maklumi hal itu... aku ingin saat ini, malam ini, aku dapat mendengarkan sebuah cerita, aku ingin  bercanda, aku ingin tertawa, aku ingin bersenang - senang, wahai angin yang berhembus gemulai maukah kau temani aku sejenak saja, sampai dia menggantikanmu untuk menemaniku yang sendiri ini... ya aku tau aku bukan apa - apa dan bukan siapa - siapa... tapi aku yakin apa salahnya... aku harus mencoba menjadi yang terbaik dulu dalam kesepian ini, aku harap kau mau menemaniku sejenak wahai angin,,, aku ingin kau bawa aku terbang ke dalam imajinasi yang membuatku berangan - angan dengan indah... bawa aku pergi ke gunung kegembiraan tertinggi, samudera kasih terluas dan hutan perlindungan yang masih lebat.... 

hai angin.... yang berhembus pelan, pelan, pelan dan pelan... terima kasih aku berikan untumu yang selalu menemaniku... terima kasih terbesar untuk penciptamu... yang telah memberikan segalanya untukku di setiap harinya... rasa syukurku untukNya... akan segala apa yang telah Dia berikan untukku..

Sebuah Air yang Kumainkan dalam KehidupanKu


Percikan dingin air membasahi muka ku pagi ini, saat ku buka pintu depan rumah dan berjalan santai ria di halaman, ku merasakan embun pagi yang sejuk, suara aliran air terdengar merdu, membuawaku pada lamunan yang mengingatkanku pada masa lalu, sekarang, dan memikirkan apa yang akan terjadi masa depan... Air memberiku pikiran - pikiran terbuka padaku, mebisikan bahwa aku salah, membisikan bahwa aku gagal, membisikkan bahwa aku kurang, membisikan aku bahwa aku takperlu sombong, membisikkan padaku bahwa aku belum berhasil, membisikan aku tentang segalanya.
aku tahu wahai air yang mengalir, aku mengerti, aku paham... aku belum tahu pasti, aku harus memperbaiki segalanya, aku cukup bodoh, aku terlalu egois, aku terlalu mementingkan diriku sendiri, kau tahu aku merasa bersalah... aku merasa diriku belum mempu membahagiakan anyak orang, aku terlalu takut mengangkat daguku, menyingsingkan lenganku dan mencoba berani, ajari aku air, ajari aku untuk berani, ajari aku bagaimana caranya bersenang - senang, seperti dulu kau mengajari aku bagaimana aku bisa melompat tinggi meninggalkanmu, aku menyesal.

kini aku menemukan hal yang baru, aku menemukannya.. tapi apa, aku terlalu egois bukan, aku tidak ingin mengulangi kesalahan lama ku, maka dari itu aku ingin kau menemaniku dan mengajariku aku menjadi tegar dan menjadikan aku menjadi diri sendiri yang aku tinggalkan dulu, aku ingin seperti dirimu yang tegar daan menjalani semua rintangan dengan tegar dan berani, terus mengalir, mengalir dan mengalir, menyejukkan setiap perasaan, memberikan kebahagiaan kepada setiap tumbuhan, menyegarkan pikiran, kau berani, kau tegar, kau tidak takut, aku harus belajar dari wahai air...

aku ingin tahu bagaimana perasaanku saat ini, iya tertekan sangat, aku harus keluar dari semua itu, aku harus bangkit, menjadi diriku sendiri adlah hal yang terbaik, aku merindukan diriku yang dulu, aku ingat, semuanya berawal dari ulahku, sekali lagi aku ingin sepertimu, ajari aku lagi, bebaskan aku dari belenggu ini, bebaskan aku dari kekangan ini, biarkan aku ikut mengalir bersamamu, berani menghadapi segalanya, berani mengambil resiko... 

dan setelah aku bercakap - cakap dengan mu wahai air yang mengalir, setelah aku menceritakan semuanya, perasaan hangat itu datang lagi, yang merubah segala jalan pikiranku, untuk lebih maju dan berani sepertimu


Kamis, 22 Maret 2012

Puisi karya "Private"

 Bersamamu

 


. Aku Percaya Kamu
.Melebihi Apa Yang Orang Katakan Kepadaku
.Aku Percaya Kamu
.Tak Perduli Apa Yang Orang Katakan Tentang Kamu

.Aku Percaya Kamu
.Hidup Ini Takkan Berarti Tanpa Kau Disisiku
.Aku Percaya Kamu
.Kau Takkan Pernah Berhenti Tuk Selalu Mencintaiku

.Yang Kutahu Kau Selalu Sejukkan Hatiku
.Yang Kutahu Kau Selalu Ada Di Saatku
.Membutuhkanmu Kau Selalu Ada
.Disaatku Rapuh
.Disaatku Jatuh

Ingin Hilang Ingatan

Menghilanglah dari kehidupanku
Enyalah dari hati yang tlah hancur
Kehadiran sosokmu kan menyiksaku
Biarkan disini ku menyendiri

Pergilah bersamanya di sana
Dengan dia yang ada segala
Bersenang-senanglah sepuasnya
Biarkan disini ku menyendiri

Terlintas keinginan tuk dadapat
Hilang ingatan agar semua terlupakan
Dan ku berlari sekencang-kencangnya
Tuk melupakanmu yang telah berpaling

Disini kembali kau hadirkan
Ingatan yang seharusnya kulupakan
Dan kuhancurkan adanya
Disini kembali kau hadirkan

Ingatan yang seharusnya kulupakan
Dan kuhancurkan adanya
Letih disini ku ingin hilang ingatan


Puisi Damaila 'SMAPA'

Senja Itu


Kereta senja telah tiba di depanku
Semakin sedih rasa hati ini
Tak dapat kuberkata,hanyalah air mata
Membasah di hatiku ini

Kereta senja telah membawa dirimu pergi
Bila kah engkau kembali
Disini aku rindu menanti dirimu
Hanyalah dirimu yang kuharapkan

Kau belai rambutku,dan kau usap pipiku
Terucap selamat tinggal untukku
Cinta dan kasih ini hanyalah untukmu
Kereta di senja itu akan kembali

Setia

 
Diujung hari, aku menunggumu

Bersama senja aku selalu setia

Dan saat malam menutup mataku

Aku jaga erat hatiku untukmu

Dan nanti bila kau kembali

Jangan ucapkan "selamat tinggal"

Tetaplah bersamaku

Semampu hatiku kan slalu bersamamu

Saat kau sedih, saat kau tertawa

Ku ingin ada disana


By : Damaila Fenesia
Share in Facebook ...
Sini 

Rabu, 21 Maret 2012

Puisi Yudhistira 'SMAPA'


KU BAHAGIA

Dahulu aku pun bingung dengan perasaanku
Aku letih ketika mengejarmu kembali
Beribu air mata sebagai pengorbananku
Seolah hanya sebatas bukti

Namun kini ku bahagia
Harap dalam hati tak ingin kau pergi lagi
Agar sepi tak lagi menemaniku
Percayalah , aku bahagia denganmu

Sedihku Di Pagi Yang Indah

Matahari Pagi mulai menyapaku
Tetes embun seolah mengalihkan perhatianku
Aku pun terbangun
Kulihat indah suasana pagi di balik jendela

Tak sengaja aku melirik seekor kupu-kupu kecil
Yang hinggap di sebuah bunga , bunga yg begitu indah
Kilau sayap kupu-kupu yg menawan ,
Mengingatkan ku akan mata indahmu

Mata yg dulu selalu berseri menyinari hatiku,
Mata yg dulu selalu menjadi milikku
Kini seakan telah hilang
Dan hatiku pun mulai gelap

Kemana engkau pergi ?
Dimanakah engkau sekarang ?
Wahai gerangan , aku sangat merindukanmu
Kembalilah , , Sinarilah hatiku ini

Kenapa dulu engkau campakkan aku ?
Apakah yg telah aku lakukan hingga membuatmu seperti ini ?
Andaikan aku telah melakukan kesalahan terhadapmu , aku merasa sangat menyesal
Kini aku pun mulai merasakan keHILANGan

PEDIH


Kian malam , hatiku kian merasa gelisah
Aku selalu khawatir akan perasaanku
Di sudut kamar , aku pun mulai berpikir
Dan aku rasa ada yg berubah dari kelakuanmu

Entah ini nyata atau tidak
Namun aku takut , ketakutan yg membuatku kian terpuruk
Aku merasa , rasa CINTAmu untukku telah lenyap
Jika dilihat dari kelakuanmu sekarang ini

Akankah ini Nyata ? atau hanya sebuah Fiksi ?
Sungguh aku tak tau jalan pikiranmu
Inikah pembalasanmu terhadap rasa CINTAku selama ini ?
Kalaupun benar , SAKITlah yg hanya bisa kurasakan

Aku pun hanya bisa terdiam
Meratapi nasib yg tak menentu di sudut kamar
Air mata ku kian menetes di bawah sajadah suci
Sajadah yg menjadi saksi atas kepedihanku saat ini


By : Yudhistira Sykes 
Share in Facebook ... :

 

 


Guestbook